Seumpama kehidupan yang berjalan gelap itulah sisi negara ini saat ini. kita melihat berbagai kasus yang melucuti hati nurani dan urat malu bangsa ini. Di saat semua orang menuntut perubahan bangsa ini malah berjalan dalam poros kemunduran nurani. Berkaca dari tiap masalah yang terjadi di setiap sudut wilayah negara ini begitu banyak masalah yang memilukan hati dan menyayat hati. Kita tak hentinya belajar dari kesalahan kita sendiri tapi semua pelajaran itu tak cukup membuat kita mendapat makna untuk di jalankan dan menjadi pelajaran nyata dalam membangun bangsa ini kearah yang lebih baik.
Belajar dari setiap masalah publik yang terjadi baik di masyakarat biasa dan pejabat publik sendiri merupakan langkah awal memperbaiki manajemen dan sistem bangsa ini. peraturan – peraturan yang di buat tak cukup membuat masalah selesai malah menambah masalah baru. Kasus Gayus misalnya peraturan yang berbelit belit membuat Gayus tak kunjung pasti mendapat hukumannya malahan enak – enakan melancong ke Bali bahkan sampai keluar negeri. Semua berawal dari peraturan kita yang di buat atas dasar kepentingan masing – masing pihak yang merasa di untungkan.
Peraturan di buat untuk mengikat warga negara agar berjalan dalam koridor yang benar sehingga sistemisasi kehidupan bangsa ini berjalan dengan teratur dan sesuai dengan cita – cita bangsa. Kita saat ini berada dalam tingkat masalah yang cukup tinggi dan menguras perhatian seluruh masyarakat. Kita di sorot seluruh dunia karena sistem hukum kita yang begitu amat lemah. Koruptor yang memakan uang untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan bangsa ini hanya mendapat hukuman yang teramat ringan sedangkan maling ayam sangat berat padahal mereka mencuri karena kelaparan.
Inilah yang membuat semakin dipertanyakannya hukum bangsa ini. hukum bukan untuk mengadili dengan adil tapi memberi jalan ketidak adilan bagi elemen bangsa ini. Selain itu juga betapa mudahnya jual beli hukum dilakukan. Seperti kasus yang lagi hangat – hangatnya seorang napi yang seharusnya di hukum dapat mengganti posisinya sebagai terhukum kepada orang lain dengan membayar Rp. 10 juta. Ini patut menjadi acuan bagi sistem hukum di bangsa ini. Hukum masa kini adalah hukum berasaskan ekonomi yakni dengan praktek jual beli hukum, jual beli undang – undang dan lain sebagainya.
Pantas kiranya kalau hasil survei beberapa lembaga menyebutkan kalau lembaga paling korup ada lembaga – lembaga hukum. Survei ini pun di jawab dengan cemoohan dari lembaga yang bersangkutan. Bukannya menjadi pacuan untuk jadi lebih baik lagi malah kelihatannya semakin hari semakin ketahuan saja kebobrokan yang terjadi. Satu demi satu terungkap masalah – masalah baru yang terjadi di lembaga hukum. Tidakkah pemerintah malu terus membiarkan masalah ini terus berlarut – larut.
Ini adalah bukti bahwa masih banyak yang harus di lakukan pemerintah saat ini. Pemerintah jangan berdiam diri dengan kebanyakan berpikir sehingga permasalahan – permasalahan yang terjadi terus menumpuk bukannya terselesaikan. Rakyat sudah serasa bosan menyaksikan segala permasalahan hukum kita yang carut marut. Tidak di radio, tidak di media massa dan berita di televisi hampir setiap hari mengungkap permasalahan hukum yang tidak selesai tersebut.
Tindakan tegas pemerintah sangat di butuhkan untuk menetralisasi permasalahan hukum kita agar selesai dengan efisien dan efektif. Hukum harus di tegakkan tanpa tebang pilih dan biarkan saja kalau perlu para koruptor atau para penjilat penjaranya di gabungkan dengan para maling ayam, para pembunuh atau kriminal yang mengerikan lainnya. Semua manusia itu sama di depan hukum bukan ? kalau ada pembedaan kelas sama saja juga bohong. Setidaknya mencegah seperti kasus arthalita kemarin yang penjaranya bagaikan hotel bintang lima.
Hukum harus di reformasi dengan sebaik – baiknya. Jangan sampai hukum yang di buat oleh parlemen kita untuk melindungi mereka sendiri jika nanti melakukan kesalahan bisa di penjara di tempat yang nyaman bagai hotel bukan penjara. Hukum jangan lagi di pergunakan sebagai praktek pelajaran ekonomi buat para mafia hukum dan mafia kasus dengan berbagai jual beli hukum yang dilakukan. Perkuat lembaga penegak hukum seperti KPK dan jangan sampai di lemahkan oleh para elit – elit yang ingin menghancurkan bangsa ini dengan korupsi dan suap - menyuap yang mereka lakukan.
Hukum bukan mainan tapi hukum memberi peran sebagai tempat perlindungan dan memperoleh keadilan bagi seluruh masyarakat yang tinggal di atas bumi Indonesia. Gerakan sadar hukum hanya akan menjadi omong kosong kalau hanya semangat di awal tapi membiarkan setelah semangat itu hilang. Sudah saat kita mereformasi segala bidang kehidupan bangsa ini yang di rasa ganjil dan tidak sesuai dengan sistem lagi yang menjadi tujuan bangsa ini. Maka itu mari kita berperan bersama – sama menegakkan keadilan tanpa memandang pejabat atau rakyat biasa, kaya atau miskin karena semua sama saja di pengadilan Tuhan nanti.
Menulis adalah kekuatan yang akan selalu di hargai dan di kenang. Menulis membuka pemikiran kita, membuka mata kritis kita dan menjadikan kita lebih realistis memandang kehidupan. Nikmati tulisan saya dan ambil manfaatnya.
Minggu, 09 Januari 2011
Sabtu, 08 Januari 2011
Pendidikan Aset Kemajuan Tenaga Kerja Indonesia

Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa dan dari output – output pendidikanlah tenaga – tenaga kerja berkualitas, profesional dan memiliki kapasitas dihasilkan. Pendidikan adalah solusi untuk memperbaiki perekonomian masyarakatnya karena sumber daya alam yang kaya tanpa ilmu pengetahuan tak pernah akan ada gunanya. Inilah realitas utama yang terjadi di Indonesia karena dari Sabang sampai ke Merauke sebenarnya kita memiliki kekayaan alam yang melimpah namun sayangnya karena sumber daya Indonesia yang kurang memiliki kapasitas dan kualitas sehingga budaya kita hanya bisa menjual sumber daya alam itu kepihak asing.
Ini menjadi dilema bagi rakyat Indonesia karena kita memiliki sumber daya alam yang melimpah tapi kita sendiri tidak mampu menikmati kesejahteraan dari sumber daya alam kita yang kaya tersebut. Permasalahan – permasalahan datang silih berganti di bangsa ini tanpa putus – putus dan menjadi dinamika sosial di masyarakat. Masalah politik yang rumit yang sama sekali tanpa memihak rakyat, sosial ekonomi yang belum memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, alam indonesia yang semakin tidak bersahabat dengan maraknya bencana alam yang datang menghantam dan masalah kemerosotan moral bangsa Indonesia.
Permasalahan klasik dan sangat penting adalah masalah tenanga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Mereka adalah masyarakat yang mencari harapan baru untuk memperoleh kesejahteraan keluarga dengan bekerja keluar negeri karena mereka menyadari betapa sulitnya mencari kesejateraan di dalam negeri mereka sendiri yakni Indonesia. Tak mudah bagi mereka menjalani kehidupan sebagai pekerja diluar negeri meski memperoleh gaji besar disana namun begitu banyak kasus yang terjadi menimpa para tenaga kerja Indonesia ini di luar negeri. Seperti tak di bayarnya gaji sesuai dengan yang di harapkan, kekerasan oleh majikan, pemerkosaan oleh majikan dan permasalahan – permasalahan lainnya yang menimpa.
Inilah realitas yang di hadapi oleh tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang harus menjadi permasalahan bersama. Tidak adanya kekuatan hukum yang kuat membuat perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia menjadi sangat memperihatinkan. Para tenaga kerja Indonesia tak mampu menuntut hak – hak mereka karena tidak memiliki dasar hukum. Solusi – solusi yang di berikan pemerintahpun tak memberikan solusi yang efektif dan efisien bagi para tenaga kerja Indonesia tersebut. Cetusan presiden yang ingin memberikan handphone kepada setiap tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri tak akan membantu mereka dalam penyelesaian permasalahan mereka. Kasus mereka harus di selesaikan dengan bijak jangan asal – asalan lempar isu solusi bagi mereka yang sama sekali tidak efektif bagi para tenaga kerja Indonesia tapi bagaimana caranya agar para tenaga kerja itu di lindungi bekerja di luar negeri karena mereka memiliki dasar hukum yang kuat.
Inilah dampak permasalahan pendidikan Indonesia karena andaikan saja pendidikan mereka tinggi tentu saja tak akan diperlakukan seperti itu. Kebanyakan para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah sebagai pembantu rumah tangga karena pendidikan tenaga kerja Indonesia yang rendah. Hanya bermodalkan keahlian mengelola rumah tangga dan sedikit bahasa asing membuat mereka dapat bekerja di luar negeri sana. Padahal tak mudah kiranya bekerja diluar negeri karena sifat majikan yang sulit sekali di pahami.
Sekarang kita harus berfokus bagaimana caranya menyelesaikan permasahan tenaga kerja Indonesia ini sekarang karena harus ada diplomasi pemerintah Indonesia dengan negara negara yang di tinggali para tenaga kerja Indonesia untuk melindungi hak – hak tenaga kerja disana. Untuk kedepannya adalah bagaimana pemerintah melalui pendidikan Indonesia dapat menghasilkan tenaga kerja terdidik yang memiliki keahlian yang berkualitas sehingga jika bekerja di luar negeri tidak lagi menjadi pembantu rumah tangga tapi sebagai tim – tim ahli yang berkompeten di bidang pekerjaan yang memiliki tingkat strata sosial yang lebih baik .
Setiap manusia ingin memiliki kehidupan yang sejahtera agar mendapatkan kemakmuran yang menjadi tujuan dan cita – cita suatu bangsa. Melalui pendidikanlah semua itu akan tercapai dan terjamah sesuai dengan yang di harapkan. Realitanya dengan sumber daya manusia yang berkompeten, berkualitas akan menjadikan bangsa ini keluar dari permasalahannya. Dengan pendidikan pula mutu semua bidang di negara ini dapat diperbaiki. Tak lagi menjual sumber daya alam kita ke pihak asing untuk di olah karena kita bisa mengelola sendiri, tak ada lagi kekerasan pembatu rumah tangga di luar negeri karena tenaga kerja tak lagi menjadi pembantu tapi menduduki tempat – tempat kerja yang lebih baik, tak ada lagi kemerosotan moral bangsa karena dapat menyaring mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk di tangkap.
Utamanya adalah semua pihak memberikan perhatian yang penuh dengan perbaikan segala aspek yakni perbaikan manajemen pendidikannya agar tercapai apa yang di cita – citakan bersama. Pemerintah mendukung pendidikan dengan bagaimana mengolah dana 20% anggaran pengeluaran pemerintah untuk pendidikan menjadi hasil yang sepadan dengan biaya yang di keluarkan, masyarakat mendukung pemerintah dalam pengelolan pendidikan dan seluruh elemen bertindak aktif dalam membangun kemajuan pendidikan bangsa ini agar menjadi dasar perubahan bangsa Indonesia menuju kearah yang lebih baik.
Minggu, 07 November 2010
NILAI – NILAI ISLAM, PEMUDA DAN INDONESIA

Dalam setiap sejarah suatu zaman pergerakan pemuda selalu hadir mengisi cerita utama. Di negara manapun dan seperti apapun pemuda menjadi harapan suatu bangsa dalam menghadirkan kemajuan dan perubahan. Ujung tombak pergerakan pemuda menjadikan mereka di perhitungkan didalam kehidupan bermasyarakat karena di pundak mereka harapan masyarakat di sematkan.
Indonesia negara yang sangat penuh sejarah kepemudaannya memberi kesan berarti betapa peran pemuda sangat mendasar dalam perjalanan bangsa ini. Berawal dari sumpah pemuda 1928 sampai runtuhnya orde baru tahun 1998 oleh mahasiswa yang menduduki gedung MPR/DPR memberikan kesan betapa pemuda Indonesia adalah tokoh penggerak sejarah bagi bangsa dan negara ini. Pemuda di gadang – gadang menjadi agen perubahan bagi bangsa dan negara ini dengan berbagai potensi yang di miliki.
Reformasi yang digerakkan pemuda Indonesia telah meruntuhkan era kekuasaan orde baru yang dipimpin oleh mantan presiden Soeharto yang meninggalkan berbagai kesan negatif. Pasca reformasi arah pergerakkan pemuda semakin tahun semakin tak jelas. Peran pemuda mulai terkikis oleh pesatnya perkembangan global. Para pemuda tak mampu menangkis pengaruh – pengaruh negatif dari keterbukaan informasi dan komunikasi. Gaya hidup pemuda Indonesia semakin tak menampakkan rasa cinta kepada Indonesia malah larut dalam sikap hedonis, hura – hura, pergaulan bebas dan sikap menyimpang lainnya.
Nilai – nilai religiusitas atau nilai – nilai agama mulai di kesampingkan dan di gantikan oleh nilai – nilai kebebasan yang kebablasan. Contohnya saja dalam masyarakat banyaknya kasus aborsi yang kian meningkat tahun demi tahun yang di akibatkan oleh seks bebas, kasus kriminalitas seperti pencurian dan perampokkan, dan tawuran antar sesama mahasiswa ataupun pelajar karena hal – hal sepele. Inilah yang menampakkan gejala degradasi religiusitas di hati dan benak sebagian besar pemuda Indonesia. Kebebasan informasi dan teknologi tidak di imbangi dengan tameng nilai agama yang kuat sehingga pemuda mabuk dengan pengaruh tersebut.
Pemuda adalah harapan bangsa karena sebagai para calon – calon pemimpin nantinya. Apa jadinya kalau pemuda lupa daratan suatu saat jadi pemimpin apa yang akan terjadi dengan bangsa ini. Sungguh sangat di sesalkan maka akan banyak penyimpangan – penyimpangan yang akan terjadi jika pemuda yang memimpin tak memiliki nilai – nilai spiritual hanya bermodalkan intelektual saja. Nilai – nilai spiritual adalah penangkis dari serangan virus – virus jahat di hati manusia artinya dengan nilai – nilai spiritual yang berlandaskan agama yang kuat akan mampu membuat kita tak hanyut dalam pengaruh maksiat dan sikap – sikap negatif yang di larang oleh agama.
Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Sayangnya agama Islam seperti terasing di negara ini. Nilai – nilai yang tertanam di hati pemuda kini tak lagi berorientasikan Islam tapi berorientasi kebebasan karena di anggap mengkuti perkembangan jaman padahal perkembangan jaman saat ini begitu sangat kebablasan. Rasulullah bersabda : Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Ad-Dailami)
Itulah gambaran yang di berikan Rasulullah dalam kehidupan manusia saat ini dan apa yang dikatakan Rasulullah tak bisa kita ingkari lagi karena saat ini itulah yang terjadi di negara ini. Permasalahan sosial yang tak bisa diatasi hanya dengan peraturan – peraturan yang lemah dan di buat manusia karena manusia sendiri pada dasarnya lemah. Hanya nilai – nilai agama yang mampu mengatasi masalah demi masalah bangsa ini. Peraturan yang di buat manusia hanya merupakan akomodasi dari kepentingan – kepentingan terkait sedangkan aturan Allah adalah mengakomodir kepentingan seluruh manusia.
Inilah yang membuat peran pemuda sangat di perlukan untuk mengatasi permasalahan – permasalahan bangsa ini. Nilai – nilai agama di hati pemuda harus di tumbuh kembangkan sebagai alat untuk menjadikan pemuda Indonesia benar – benar menjadi agen perubahan itu sendiri buat bangsa dan negara ini. Jika nilai – nilai agama sudah ditumbuh kembangkan di hati pemuda maka orientasi kehidupan para pemuda hanya untuk mengharapkan Ridha Allah sehingga sikap mereka kelak menjadi pemimpin akan terjaga dari kesalahan – kesalahan.
Pemuda yang memiliki nilai – nilai spiritual atau nilai agama yang tertanam kuat akan menyelamatkan bangsa ini dari kemunduran dan kemerosotan moral dan akhlak seperti yang saat ini terjadi. Pemuda seperti ini akan menjadi pemimpin yang amanah, jujur dan membaktikan dirinya untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan sekelompok orang seperti saat ini terjadi dalam pemerintahan kita.
Dengan penguatan nilai – nilai Islam d hati pemuda yang cikal bakal calon pemimpin bangsa ini maka akan menghasilkan pemimpin yang benar berkualitas yang tak hanya memiliki intelektualitas yang baik tapi juga pemahaman agama yang baik sehingga apapun yang dilakukan merujuk pada aturan Al Qur`an dan As Sunnah yang menjadi panduan kehidupan manusia. Allah - pun menjanjikan kebaikkan bagi suatu bangsa jika pemimpinnya memimpin dengan dasar yang di perintahkan Allah, akan terhindar dari bala bencana dan masalah – masalah lainnya.
Nilai – nilai agama sangat penting di tumbuh kembangkan dalam kehidupan bangsa ini. Nilai – nilai agama Islam yang di tanamkan dan di lakukan akan menolak berbagai kesialan dan kehancuran bagi bangsa ini. Sabda Rasulullah : Bagaimana kamu apabila dilanda lima perkara? Kalau aku (Rasulullah Saw), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu atau kamu mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali. (3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Inilah yang terjadi sebenarnya pada bangsa ini. pergulan bebas yang kian marak terjadi, zakat yang mulai terganti dengan atas nama pajak, di pasar – pasar kita tahu ada saja para pedagang mengurangi takaran dalam berdagang, penguasa kita bukan lagi memimpin berpedoman pada Al Qur`an dan As Sunnah tapi berpedoman pada kepentingan pribadi dan golongan yang menguntungkannya dan Al Qur`an kini semakin jarang di baca dan di amalkan melainkan hanya untuk pajangan dirumah.
Nampaklah mengapa bangsa ini semakin hari semakin banyak saja bencana yang datang. Kemiskinan, bencana alam, bencana yang di buat manusia sendiri menghiasi sudur – sudut cerita kehidupan masyarakat. Kita hanya ingat Allah pada saat bencana itu terjadi tapi ketika bencana itu telah lewat maksiat kepada Allah di mulai lagi seperti tidak ada jeranya. Nasib bangsa ini ada di tangan para pemuda bangsa ini sendiri karena pemudalah para calon – calon pemimpin bangsa ini. Apakah bangsa ini di biarkan terombang – ambing dengan berbagai masalah hingga menunggu waktunya bangsa ini akan musnah atau peduli dengan melakukan perubahan melalui menanamkan dan menguatkan kembali nilai – nilai spiritual atau nilai – nilai agama di hati serta di amalkan dikehidupan sehari – hari. Niscaya berbagai permasalahan pada bangsa ini sedikit demi sedikit atas ijin Allah akan terselesaikan.
Tak perlu menunjukkan cinta kepada bangsa ini dengan demonstrasi yang berlebihan dengan berujung anarkis atas alasan memperjuangkan nasib bangsa ini. sesungguhnya di tangan kita semua sebagai pemuda nasib bangsa ini ada. Jika kita menanamkan nilai – nilai Islam dalam berkehidupan maka niscaya tak ada lagi masalah, tak ada lagi bencana, dan tak ada lagi yang namanya saling curiga antar berbagai pihak. Hanya dengan Islam gerak pemuda Indonesia akan mendapatkan berkah dan tujuan serta hasil yang jelas. Allah akan menolong bangsa ini jika kita peduli dengan agama Allah. Tanah air ini tak perlu orasi, tak perlu demonstrasi tapi memerlukan gerakan pemuda yang memberi solusi yakni menerapkan nilai – nilai Islam dalam kehidupan. Cintailah Indonesia ini dengan mencintai dan mengamalkan agamamu dengan sepenuh hati. Bangkitlah pemuda Indonesia, bangkitlah dengan nilai – nilai Islam di hati kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)